Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Kepada kau yang tercinta
aku selalu memberi sebuah rasa
Yang tak akan ku berikan sebuh Noda
Dalam cerita kita yang sangat mempesona
Kepada Kau yang Tersayang
tahu kah akau wajah mu selalu terbayang
Disetiap hariku tak akan pernah hilang
dan cintamu membuatku selalu melayang
ada dan menjadi kisah yang terlukis
hidup akan selalu bahagia dan tak akan miris
Dan akan kuberikan cinta tak pernah terkikis
memberi Nafas pada hidup
Menyibak kabut meredup
Membentang Indah Warna Pelangi
Kembali membawa kepak masa itu
terteguk kembali gelisah resah
terbuai angan kembali merayu rayu
titian putaran waktu
Kembali memutarkan
Melantunkan lambaian kasih
Sebersit indah lamunan kala lalu
Aku berteriak dalam diam
Tentang rasa ku kepada bidadari
aku merindukan..aku mencintainya..
Tapi semua tertelan hening yang bening
pelita indah bersambut
memancarkan harapan dan impian diri
tapi harus kubunuh ingin yang terlalu mengingini
Kubuiarkan mimpi lepas dari cakrawala nurani
Biarlah semua kembali bisu tanpa jejak sebuah hati
Malam semakin temaram
Duduk aku bersimpuh dalam khayalan kalbu
ku bercerita pada sang bulan
tentang indah satu cinta lalu
Satu masa telah terganti
mungkin sang bidadari telah menepi
di setapak belakang jalan cintaku
Memberi indah hayal rasa itu
Dari relung hati terdalam
Aku terkulai dalam hiasan ingin hati
Aku terhempas terletak tak berdaya
Dengan pesona yang menebar ke jiwa
Dia dekat tapi jauh untuk tergapai
hati dibelenggu tak bisa pergi
Merasuk angin berkabut nurani
Dan kulalui masa yang telah berganti
Cintaku seperti matahari merindukan rembulan
Seperti siang mencintai sang malam
Begitulah cinta tak terbawa dalam nyata
Aku semakin terlarut dalam kisah indah itu
No Comments Yet sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>