Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Sambil mengusap peluh dan menahan lapar
Aku mengangguk malas
Mendengar kamu bicara tentang cinta dan setia
Debu menyeruak dari kaca jendela
Menerobos setiap celah paru-paru
Pepat, menyesakkan
Pada siang yang terik
Apa cinta itu sobat?
Diakah itu yang membuat manusia
Rela menderita
Menunda mati?
Kamu masih bicara tentang kekasih
Bermata sendu
Berwajah murung
Sementara kangenku pun pada sebentuk wajah
yang lain…
Semusim sudah berlalu
ku arungi hidup tanpa dirimu di sisiku
akan kah massa yang akan datang…?
massa kita kan bertemu….
hatiku gundah gulana…
saat ingat akan semuanya
angin berhembus menebar pesonamu
aku terdiam sejenak, benarkah itu diri mu…..?
di atas sana rembulan tersenyum
seolah dirimu tersenyum pada ku
aku terpaku…………….
saat bintang-bintang menari mengelilingi senyum mu…
aku tertunduk lesu……….
rembulan telah menghilang
kemana kan ku cari, aku kegelapan
ku coba tuk melangkah
dan……….dalam derasnya hujan malam ini
aku teringat langkah ku,yang terus menantikan dirimu
berharap engkau datang dengan cinta, yang membuat
hati ini teduh dan berbunga…………
karna…………….aku punya sekeping hati dan cinta
ku ingin membawanya
keluar dari penjara hati ku
tuk meletak kan di atas tangan mu……….
di kesendirianku ku tulis puisi untuk mu
tentang cinta yang terasa, tentang asa yang ada
atau tentang rindu yang ku punya
terkadang juga buat hati yang kau buat lara
namun semua puisi ini tetap disini
tak pernah tiba pada mu
akhirnya ini semua menjadi puisi tentang perjalanan
hidup seorang manusia menuju pendewasaan
Teruntuk yang jauh disana
1 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



siapa yang ada puisi bagus
boleh ko kirimin komen ke akuww
saya Tunggu
Komentar oleh rheza76 Juli 12, 2008 @ 2:44 pm